| Article Index |
|---|
| Hidup di dalam Kasih |
| 活在愛裡 |
| All Pages |
Hidup di dalam Kasih (Efesus 2:1-10) 4-10
Tindakan Allah (ay 4-10).
Ay 4: ‘Tetapi Allah....’. Ini menunjukkan bahwa Allahlah yang mengambil inisiatif pada waktu Ia melihat manusia secara alamiah itu (bdk. Kej 3:8-9).
1) Apa yang Allah lakukan?
a) Ia ‘menghidupkan’ (ay 5), ‘membangkitkan’ (ay 6; ini lebih tepat kalau diterjemahkan ‘mengangkat’), ‘memberi tempat di surga’ (ay 6; ini seharusnya adalah ‘mendudukkan di surga’).
Ini semua sama seperti yang dialami oleh Kristus (kebangkitan, kenaikan ke surga, duduk di sebelah kanan Allah). Adanya ‘mystical union’ (= persatuan mistik) antara Kristus dengan orang-orang pilihan, menyebabkan apa yang dialami oleh Kristus juga dialami oleh kita. Karena itu kata-kata kerja dalam ay 5-6 ini ada dalam bentuk lampau (past tense).
b) Ia menyelamatkan (ay 5,8). Apa artinya keselamatan? Keselamatan adalah lebih dari sekedar pengampunan. Keselamatan adalah pembebasan dari 3 hal yang merupakan keadaan manusia secara alamiah yang sudah saya bahas di atas.
Keselamatan adalah anugerah / pemberian Allah; ini dinyatakan oleh ay 8: ‘Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,’.
Banyak orang yang menafsirkan bahwa kata ‘itu’ menunjuk kepada ‘iman’. Tetapi kata ‘itu’ (seharusnya ‘ini’ / ‘this’) dalam bahasa Yunaninya ada dalam bentuk netral, sedangkan kata ‘iman’ ada dalam bentuk feminim (perempuan). Jadi, jelas bahwa kata ‘ini’ / ‘itu’ tidak mungkin menunjuk kepada kata ‘iman’. Kalau demikian, kata itu menunjuk pada apa? Pada seluruh kalimat ‘karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman’.
Dengan kata lain, ‘keselamatan karena kasih karunia oleh iman’ adalah pemberian / anugerah Allah.
Keterangan: ‘iman’ jelas juga merupakan anugerah / pemberian Allah (Yoh 6:65 Fil 1:29).
Ay 10: kata-kata ‘buatan Allah’, ‘diciptakan’ membuang segala ‘jasa’ kita dalam mendapatkan keselamatan. Jadi, ini menyokong pandangan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah.
b) Mengapa Allah melakukan hal itu?
- a)Karena ‘rahmat’4), ‘kasih’ (ay 4), ‘kasih karunia’ (ay 5,8) dan ‘kebaikanNya’ (ay 7).
Semua alasan ini terdapat dalam diriNya. Jadi, Ia menyelamatkan bukan karena apa yang ada pada kita (misalnya: kebaikan, dsb).
b) Untuk menunjukkan kekayaan kasih karuniaNya yang melimpah- limpah (ay 7).
‘Pada masa yang akan datang’ (ay 7) bukan berarti nanti di surga, tetapi juga sekarang waktu kita masih hidup.
- c)Supaya kita berbuat baik (ay 10).
Pekerjaan baik itu sudah dipersiapkan Allah sebelumnya dan Ia ingin supaya kita ‘hidup’ (terjemahan hurufiahnya ‘berjalan’) di dalamnya.
Jadi Ef 2:1-10 ini, dimulai dengan manusia alamiah yang ‘berjalan’ / ‘hidup’ dalam dosa (ay 1-2), dan diakhiri dengan manusia buatan Allah yang ‘berjalan’ / ‘hidup’ dalam pekerjaan / perbuatan baik.
Semua itu terjadi karena KASIH KARUNIA ALLAH.
(Sumber : : Pdt. Budi Asali M.Div. http://www.golgothaministry.org)


