Monday, May 21st

Last update:10:00:00 AM GMT

You are here: Article Renungan Kepenuhan Dalam Kristus

Kepenuhan Dalam Kristus

E-mail Print PDF
Article Index
Kepenuhan Dalam Kristus
在耶穌基督裡的豐盛
All Pages

Kepenuhan Dalam Kristus  (Efesus 1:18-23)

Melalui pekerjaan Roh Kudus Paulus ingin jemaat Efesus mengerti tentang:

a)Pengharapan dalam panggilan Allah (ay 18).

‘Panggilan Allah’ menunjuk pada titik awal kekristenan mereka. Pengharapan yang ada dalam panggilan Allah yaitu :pengampunan dosa; disebut orang kudus; jadi anak Allah; satu dengan Kristus; pengudusan oleh Roh Kudus; damai sejahtera.

b) Kemuliaan bagian / warisan yang ditentukan bagi orang-orang kudus (ay 18).

Ini menunjuk pada titik akhir kekristenan (pada saat mereka mati).  Bagian / warisan kita adalah: surga, pahala; tidak ada penderitaan, pencobaan, dosa (di surga) & bertemu muka dengan muka dengan Kristus.

c) Kehebatan kuasa- Nya bagi kita yang percaya (ay 19).

Ini menunjuk ke daerah antara titik awal dan titik akhir. Pengertian akan kuasa Allah penting dalam hidup kekristenan kita sekarang ini.

 

Lalu Paulus memberikan bukti-bukti kuasa Allah:

1.  Membangkitkan Kristus (ay 20).

2.  Mendudukkan Kristus di sebelah kanan Allah (ay 20-21).

Kata-kata ini tidak boleh diartikan secara hurufiah. Dalam Ro 8:34 dan 1Pet 3:22 dinyatakan bahwa Kristus berada di sebelah kanan Allah (Alkitab bahasa Indonesia salah terjemahan!) Dan dalam Kis 7:56 dikatakan bahwa Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Semua ini jelas menunjukkan bahwa kata-kata ‘duduk di sebelah kanan Allah’ tidak boleh diartikan secara hurufiah. Artinya adalah bahwa Yesus mendapat tempat terhor­mat di surga, mendapat otoritas tertinggi dan Ia memerintah seluruh alam semesta bersama dengan Bapa-Nya. Ay 21 yang mengatakan ‘jauh lebih tinggi dari segala........’ mendukung penafsiran ini.

3.  Meletakkan segala sesuatu di kaki Yesus (ay 22).

Dalam ayat ini dikatakan bahwa hal itu telah terjadi. Dalam Ibr 10:12-13, bisa dilihat bahwa hal itu belum terjadi.

Penjelasannya: kuasa tertinggi itu sudah diberikan kepada Yesus (Mat 28:18), tetapi sekarang sebagian besar manusia belum mengakui hal itu. Pengakuan itu baru akan terjadi pada akhir jaman. Pada saat itu, setiap lutut akan bertelut, dan setiap lidah akan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan (Fil 2:10-11). Orang-orang yang percaya akan mengaku dengan rela / sukacita, orang-orang yang tidak percaya akan mengaku dengan terpaksa, dan tanpa ada gunanya bagi diri mereka sendiri.

4.  Menjadikan Kristus kepala jemaat / Gereja (ay 22-23).

Ay 22-23 - “(22) Dan segala sesuatu telah diletakkanNya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikanNya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. (23) Jemaat yang adalah tubuhNya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu”.

Dalam ay 23 dikatakan bahwa jemaat / Gereja adalah kepenuhan Dia, artinya: Gereja adalah pelengkap Kristus. Calvin berkata bahwa ini adalah kehormatan tertinggi bagi Gereja, karena sebelum Ia dipersatukan dengan kita, Anak Allah menganggap diriNya tidak sempurna.  Kita tidak boleh mengartikan bahwa Kristus sungguh-sungguh tidak lengkap / sempurna tanpa kita. Dalam ayat 23b ditambahkan predikat ‘yang memenuhi semua dan segala sesuatu’ untuk Kristus, maka jelas Ia adalah sempurna / lengkap.   William Hendriksen berkata dilihat dari hakekat ilahiNya, Kristus adalah sempurna / lengkap. Tetapi sebagai mempelai laki-laki, Ia tidak lengkap tanpa mempelai perempuan.  Sebagai pokok anggur, ia tidak bisa dibayangkan tanpa ranting-ranting-Nya.  Sebagai Gembala, Ia tak terlihat tanpa domba-dombaNya.  Sebagai kepala, Ia mendapat expresi sepenuhnya dalam tubuh-Nya.

 

Kesimpulan: Doa dan bukti.

      Paulus berdoa supaya jemaat Efesus diterangi oleh Roh Kudus, se­hingga mereka mengerti kuasa Allah (ay.18-19). Tetapi Paulus lalu memberikan bukti-bukti kuasa Allah kepada mereka. Jadi, jelas Paulus menghendaki mereka menggunakan pikiran mereka untuk belajar / berpikir, supaya mereka bisa mengerti kuasa Allah tersebut.  Berdoa supaya Roh Kudus menerangi hati / pikiran kita adalah sesua­tu yang mutlak perlu. Tetapi tidak boleh kita lupakan bahwa kita juga harus menggunakan pikiran kita untuk belajar / berpikir. (Sumber : http://www.golgothaministry.org/efesus/efesus-1_3-14.htm).