Monday, May 21st

Last update:10:00:00 AM GMT

You are here: Article Renungan Berdiri di atas Kebenaran

Berdiri di atas Kebenaran

E-mail Print PDF
Article Index
Berdiri di atas Kebenaran
站在真理的磐石上
All Pages

Berdiri di atas Kebenaran 

 

“Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Matius 16:18)

 

Gereja sudah berdiri ribuan tahun di dunia.  Dalam masa itu, gereja telah banyak mengalami pergolakan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar.  Dari dalam yaitu munculnya ajaran-ajaran sesat yang menamakan diri kekristenan, Yudaisme, dsb. Sedangkan yang berasal dari luar adalah dengan penganiayaan dari negara, bahkan agama lain.  Dari kedua ancaman ini, ancaman dari dalam justru lebih berbahaya daripada penganiayaan.  Itulah sebabnya di tahun 1517 terjadi reformasi, karena gereja sudah menyimpang dari kebenaran firman Allah; sekaligus membuktikan bahwa gereja tidak kebal terhadap kesesatan. Hari ini, kita akan merenungkan relasi antara gereja dan Firman Allah.

Pertama, Gereja harus berdiri di atas kebenaran firman.  Dalam Mat.16:18, Tuhan Yesus berkata bahwa “di atas batu karang ini, Aku mendirikan jemaat-Ku.” Gereja Roma Katolik menafsirkan batu karang di sini adalah Petrus, maka mereka menganggap Petrus adalah Paus I.  Aneh sekali, jika Yesus mempercayakan gereja-Nya berdiri pada diri seseorang berdosa seperti Petrus yang bahkan pernah menyangkali-Nya 3 kali berturut-turut.  Para Reformator menafsirkan bahwa batu karang di sini menunjuk kepada pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias, dan bukan Petrus. Ini lebih masuk akal bahwa gereja berdiri karena kematian dan kebangkitan Yesus.

Kedua, gereja juga harus dapat berdiri di atas otoritas firman Allah (Alkitab). Artinya, semua pengajaran gereja harus bersumber dan tunduk kepada Alkitab.  Alkitab adalah dasar pengajaran, bukannya tradisi ataupun pikiran manusia.  Gereja harus mau dikoreksi firman ketika ia menyimpang dari ajaran Alkitab. Inilah yang terjadi pada tahun 1517, ketika gereja sudah tidak mendasarkan pengajarannya pada Alkitab, tapi pada tradisi manusia yang tidak ada dasar ayatnya.  Martin Luther mengadakan reformasi agar gereja dapat kembali pada firman yang benar.  Bila gereja tidak berdiri di atas kebenaran firman, maka gereja akan mudah diombang-ambingkan dan kesesatan sudah nampak di depan mata!

Mari kita berdoa agar setiap orang Kristen dapat menghayati kebenaran firman Tuhan sebagai suluh dan tolok ukur dalam kehidupan setiap orang percaya, sehingga kita tidak mudah diombang-ambingkan oleh filosofi dunia yang semakin menyesatkan anak-anak Tuhan dan gereja-gereja Tuhan pada jaman sekarang.  Kita perlu berdoa agar setiap orang Kristen tetap berpegang teguh pada Alkitab yang adalah satu-satunya firman Allah, memiliki dasar yang kokoh dalam Yesus Kristus, adalah batu karang yang teguh, Amin.