| Article Index |
|---|
| Simeon : Menanti Dengan Setia |
| 西面 ﹕忠心等候 |
| All Pages |
Simeon : Menanti Dengan Setia. Nats : Lukas 2:22-35
Dalam pergumulan kita bersama dengan Allah seringkali Tuhan ingin dan menghendaki agar kita menunggu. Memang tidak mudah untuk menunggu. Kadangkala kita merasa kita membuang waktu dan Tuhan seringkali tidak menjawab doa kita, dan kita harus menunggu bertahun-tahun lamanya. Saudaraku, mari kita belajar dari Simeon. Tuhan inginkan agar kita mengerti dan memahami arti ‘menantikan Allah’ :
1. Menunggu Allah berarti menjadikan Allah sebagai penguasa atas hidup kita.
Simeon dikatakan sebagai seseorang yang hidupnya benar, artinya mempunyai right relationship with God /mempunyai relasi yang benar dengan Allah. Simeon, seorang yang mempunyai relasi yang benar dengan Allah. Orang yang bisa menempatkan dirinya sesuai dengan apa yang Allah kehendaki. Simeon menjadikan Allah sebagai Tuhannya dan di dalam penantiannya, relasinya dengan Tuhan semakin diperkokoh dan mendasari apa yang Simeon pahami tentang janji Tuhan. Tuhan mempunyai janji yang khusus untuk Simeon yaitu sebelum dia mati maka dia akan melihat atau bertatap muka dengan Sang Mesias.
Apa artinya relasi yang benar di dalam penantian? Artinya di dalam penantian akan janji Allah, Simeon tidak berusaha untuk mendahului Allah dan hatinya tidak kecewa ketika menunggu Allah. Dia berusaha tetap setia dan sabar menanti janji Allah digenapi.
2. Menunggu Allah berarti dengan rela menyediakan diri kita dibentuk oleh Allah.
Pada waktu Simeon menunggu Tuhan, dia tidak menunggu Tuhan dengan tidak melakukan apa-apa. Dia dengan setia dan bulat hati memberikan hidupnya kepada Tuhan. Dia dikatakan benar mempunyai relasi dengan Tuhan dan tidak berhenti pada status tersebut tetapi teraplikasikan, termanifestasikan atau terwujud nyata dalam kehidupan sehari-hari sehingga dia dikatakan juga orang yang saleh. Orang yang benar pasti hidupnya saleh. Seorang Saleh bukan hanya melakukan kewajiban-kewajiban tetapi dari hatinya yang terdalam ada rasa cinta terhadap Tuhan. Ketika dia melakukan segala sesuatu dalam pelayanan maka dia tidak melakukan dengan asal-asalan. Orang yang saleh selalu ingin menyenangkan hati Tuhan Artinya jikalau kita tidak mempunyai rasa cinta kepada Tuhan di dalam melakukan setiap pelayanan maka sesungguhnya kita bukan apa-apa dihadapan Tuhan. Menunggu Allah berarti kita bersedia untuk hidup bersama-sama dengan Allah di dalam ketekunan, kesalehan dan hanya cara itu yang akan membuat kita sukses dalam menunggu Tuhan.
3. Menunggu Tuhan adalah menunggu yang terbaik datang.
Simeon menunggu Allah dan tidak menunggu yang lain. Simeon tahu meskipun dia tidak mengerti cara Tuhan. Pengkhotbah 3:1 mengatakan untuk segala sesuatu ada masanya dan dalam Pengkhotbah 3:11 dikatakan tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Tuhan selalu memberikan yang terbaik sekalipun kita tidak mengerti dan untuk menangkap janji Tuhan yang tidak bisa kita pahami 100% maka diperlukan iman. Percaya kepada Tuhan. Simeon meletakkan pengharapannya di hadapan Tuhan. Orang yang meletakkan pengharapannnya kepada manusia hanya melihat apa yang manusia bisa perbuat tetapi orang yang meletakkan pengharapannya kepada Tuhan maka dia akan melihat apa yang Tuhan dapat perbuat. Banyak orang menginginkan yang terbaik tetapi tidak semua orang sabar untuk menunggu yang terbaik. Ketika kita dikuasai oleh ketidaksaba-ran maka kita akhirnya mencari jalan sendiri dan bukan mendapatkan yang terbaik tetapi malah sebaliknya kita mendapatkan yang kurang baik.
(Sumber: I Wait For The Lord, GI. Yuzo Adhinarta, Nats : Lukas 2:22-35, Lukas 6:46, Mat 5:20)


